sebuah porsi kegagalan dalam hidup adalah ketika diberi 1 detik kebahagian namun di bayar dengan 1 tahun kesedihan. di masa lalu aku selalu berharap dan berpikir masa depanku memiliki sesuatu kabahagian yang menyenangkan namun, di titik ini usia sudah 25 tahun selain ke gagalan dan kesempatan yang tidak pernah datang apa yang aku banggakan. aku gagal sebagai anak yang menyusahkan keluarga dan selalu salah di mata mereka, aku gagal sebagai diri sendiri yang belum bisa memberi kenyamanan dan rasa aman ke diri sendri, aku gagal sebagai seorang gadis yang hanya hidup sendiri tanpa uluran tangan seseorang. aku seperti berjalan di atas bara api yang sangat panas setiap hari dan setiap hari seperti berjalan dalam labirin yang tidak punya jalan keluar. yang selalu aku pikirkan adalah bagaimana aku berhenti di hari ini tanpa menjalani hari esok.