Sampai sekarang pun aku masih berharap pada kata kita. Kemungkinan-kemungkinan kecil yang mungkin terjadi jika kita masih ada. Bayangan semu tentang rencana-rencana yang tertunda. Janji kecil yang masih terikat dalam kepala. Jalan yang telah kupilih, apakah memang yang terbaik adanya? Jarak dan jeda yang kini tercipta karena pilihan. Jeda yang menjadi pertanda. Jeda yang membuat logika dalam kepala berpikir kuat tentang apa yang sebenarnya kita inginkan. Jeda yang membuatku merasa bahwa mungkin memang berat baginya. Maka, kuputuskan untuk memilih jalan ini daripada menahanmu kembali. Namun, semua yang kukatakan tidak pernah sungguh-sungguh adanya. Ketika kuputuskan untuk melepas, aku tidak pernah benar-benar ingin melepaskannya. Setelah jeda panjang, kabar yang kukatakan adalah aku baik-baik saja. Di luar. Namun, aku tidak pernah bersungguh-sungguh mengatakannya. Aku tidak benar-benar baik kala itu. Aku masih rindu.