Terima kasih sudah mau menjadi rumahku, Gori. Maaf jika aku selalu mengecewakan, maaf karena aku gak bisa jadi apa yang kamu mau. Gori aku selalu berusaha, tapi pikiranku memang penuh racun, susah dikontrol dan aku terlalu lemah buat lawan. Aku minta maaf, semoga kamu, kita masih bisa kembali bersama.