aku asing di dalam mandala tubuhku sendiri, pada hari di mana kala berganti tanpa permisi. tak ada riuh yang kutangisi dalam lara, hanya jantra sunyi yang kian merajang sukma. rasa benci ini tumbuh begitu subur, membuat netraku lelah dan terkubur. aku menatap cermin dengan tatapan nanar, mencari arti eksistensi yang kian samar. asa telah lama kehilangan daya, meninggalkan lelah yang tak punya kata. hanya ada sesal yang berbisik perlahan, mengapa aku masih harus bertahan dalam kepedihan. maaf jika keberadaanku menjadi beban yang berat, menyusup seperti bayang-bayang malam yang pekat. hari ini hanyalah sebuah jeda yang perih, saat jiwa yang asing ini meratap lirih, mencari pulih. di bawah langit yang tak lagi ramah, langkahku gontai, jiwaku pasrah. menanti waktu yang akan melarung duka, menyembuhkan luka yang tak kasat mata.