Illegal love story.
It is hard for me to say, kalian juga boleh hujat aku. Cuma rasanya aku gakuat kalo keep it in my mind terus terusan, sendirian. Aku sudah melakukan hal yang kalian akan bilang j a h a t. Gapunya hati. The worst woman in this world. Bc aku udah bunuh (ab*rs*) 2 anak ku. Bukan hasil hubungan sebelah tangan. Aku dan dia sama sama cinta. Kita sama sama niat untuk bersama. Tapi bukan sekarang. Kami cukup sadar bahwa menikah, punya anak, dan semuanya itu butuh persiapan yang matang. Thats why, kami memutuskan untuk menyudahi ini. Tapi ngga weh. Itu cuma omon omon ideal yg dilogika logikakan. Itu cuma kalimat pembelaan karena kami takut untuk tanggung jawab. Misalnya, ada dari kalian yang berniat melakukan hal yang sama, dipikir lagi ya. Aku sekarang gabisa lepas dari adek. Setiap hari rasanya selalu rindu. Aku cuma inget potongan potongan memory waktu mereka masih ada di dalam tubuhku. Dan beberapa menit aku lihat wajahnya yang belum sempurna, sebelum aku blackout. Setelahnya juga aku gatau pasti mereka di bawa kemana. Rasanya bisa ada dimana aja. Setiap sudut tempat aku melihat kemungkinan ada adek di situ. Dan aku gabisa bilang ini ke siapapun. Termasuk ke laki lakiku. I know it hard for him too, kalo aku terus ungkit, rasanya kita sama sama menyakiti. Tapi serius. Aku