← Semua artikel

Aku Tidak Sedang Mencari Orang yang Sempurna, Aku Hanya Ingin Merasa Aman

16 Agustus 2026·Toro
Aku Tidak Sedang Mencari Orang yang Sempurna, Aku Hanya Ingin Merasa Aman

Aku Tidak Butuh Seseorang yang Tanpa Kekurangan. Aku Hanya Ingin Seseorang yang Membuatku Tidak Takut Menjadi Diriku Sendiri.

Dulu aku pikir cinta adalah tentang menemukan seseorang yang sempurna.

Seseorang yang selalu tahu apa yang harus dikatakan.

Seseorang yang tidak pernah membuatku kecewa.

Seseorang yang selalu ada ketika aku membutuhkan.

Aku pikir, kalau suatu hari bertemu orang seperti itu, mungkin aku akan berhenti merasa khawatir.

Tidak akan lagi takut ditinggalkan.

Tidak akan lagi bertanya-tanya apakah aku cukup baik.

Tidak akan lagi membaca pesan berkali-kali hanya untuk mencari tahu apakah ada sesuatu yang berubah dari cara dia berbicara kepadaku.

Tapi semakin banyak hubungan yang kulewati, semakin aku mengerti…

Aku ternyata tidak sedang mencari orang yang sempurna.

Aku hanya sedang mencari seseorang yang membuatku merasa aman.


Aku Lelah Menebak-nebak

Aku pernah berada dalam hubungan yang membuatku terlalu banyak berpikir.

Ketika pesan tidak dibalas, aku bertanya-tanya apakah dia marah.

Ketika sikapnya berubah, aku bertanya apakah aku melakukan kesalahan.

Ketika dia membutuhkan ruang, aku takut itu berarti dia ingin pergi.

Bahkan ketika semuanya terlihat baik-baik saja, aku masih mencari tanda bahwa sesuatu akan berubah.

Aku lelah.

Bukan karena terlalu banyak masalah.

Tetapi karena terlalu banyak ketidakpastian.

Aku ingin mencintai seseorang tanpa harus terus menerka apakah aku masih dicintai.

Aku ingin bisa mengatakan apa yang kurasakan tanpa takut dianggap berlebihan.

Aku ingin bisa menangis tanpa merasa menjadi beban.

Aku ingin bisa berkata, “Hari ini aku sedang tidak baik-baik saja,” tanpa takut seseorang akan pergi karena melihat sisi lemahnya diriku.

Dan saat itulah aku mulai memahami arti rasa aman dalam hubungan.


Rasa Aman Bukan Berarti Hubungan Tanpa Masalah

Aku tidak lagi mencari hubungan yang tidak pernah bertengkar.

Aku tahu setiap hubungan pasti memiliki perbedaan.

Ada hari ketika dua orang tidak sepakat.

Ada kesalahpahaman.

Ada rasa kecewa.

Ada hari ketika masing-masing membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.

Tetapi bagiku, rasa aman bukan berarti tidak pernah ada konflik.

Rasa aman berarti aku tahu bahwa ketika konflik terjadi, hubungan ini tidak langsung terasa seperti akan berakhir.

Aku tahu kami masih bisa berbicara.

Masih bisa mendengarkan.

Masih bisa meminta maaf.

Masih bisa memperbaiki.

Aku tidak perlu hidup dalam ketakutan bahwa satu kesalahan akan membuat semuanya hilang.


Aku Mulai Memahami Attachment Style

Ketika aku mengenal teori attachment style dari psikolog John Bowlby dan penelitian Mary Ainsworth, aku mulai memahami mengapa rasa aman terasa begitu penting dalam hubungan.

Teori kelekatan menjelaskan bahwa pengalaman awal kita dengan pengasuh dapat berperan dalam membentuk cara kita mencari kedekatan, menghadapi perpisahan, dan membangun hubungan ketika dewasa.

Ada orang yang lebih nyaman dengan kedekatan.

Ada yang cenderung menjaga jarak ketika hubungan menjadi terlalu emosional.

Ada pula yang sangat takut kehilangan sehingga membutuhkan kepastian yang lebih besar dari pasangannya.

Aku mulai bertanya kepada diriku sendiri:

“Selama ini aku mencari cinta, atau sebenarnya aku sedang mencari rasa aman yang belum pernah benar-benar kurasakan?”

Pertanyaan itu membuatku melihat banyak hal dari sudut pandang yang berbeda.

Mungkin selama ini aku terlalu sibuk mencari seseorang yang sempurna.

Padahal yang sebenarnya kubutuhkan adalah seseorang yang konsisten.


Aku Tidak Butuh Dia Selalu Ada, Aku Butuh Dia Tidak Membuatku Bertanya-Tanya

Aku tidak membutuhkan seseorang yang membalas pesanku setiap menit.

Aku tidak membutuhkan seseorang yang selalu mengiyakan semua keinginanku.

Aku juga tidak membutuhkan seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan.

Aku hanya ingin seseorang yang perkataannya tidak bertolak belakang dengan tindakannya.

Kalau dia sibuk, dia bisa mengatakan bahwa dia sibuk.

Kalau dia membutuhkan waktu, dia bisa mengatakannya.

Kalau ada masalah, dia tidak memilih menghilang tanpa penjelasan.

Sederhana.

Tetapi ternyata, hal-hal sederhana seperti itu bisa terasa sangat berarti.

Karena konsistensi membuat hati tidak harus terus bekerja keras untuk mencari kepastian.


Aku Ingin Dicintai Tanpa Harus Terus Membuktikan Diri

Aku pernah merasa harus menjadi versi terbaik dari diriku agar seseorang tidak pergi.

Aku harus lebih sabar.

Lebih pengertian.

Lebih menarik.

Lebih menyenangkan.

Lebih banyak mengalah.

Sampai akhirnya aku lupa bahwa hubungan seharusnya bukan tempat untuk mengikuti ujian setiap hari.

Psikolog humanistik Carl Rogers banyak membahas tentang penerimaan diri dan pentingnya hubungan yang memungkinkan seseorang menjadi dirinya sendiri.

Aku mulai memahami bahwa dicintai bukan berarti harus selalu sempurna.

Aku ingin seseorang yang bisa melihat kekuranganku tanpa menjadikannya alasan untuk merendahkanku.

Aku ingin bisa mengatakan apa yang kupikirkan tanpa takut ditinggalkan.

Aku ingin menjadi manusia, bukan seseorang yang terus berusaha tampil tanpa cela.


Aku Ingin Seseorang yang Memilih Tinggal

Bukan seseorang yang tidak pernah pergi ke mana-mana.

Tetapi seseorang yang ketika kehidupan menjadi sulit, tidak langsung menyerah pada hubungan.

Aku ingin seseorang yang memahami bahwa cinta bukan hanya tentang hari-hari ketika semuanya menyenangkan.

Cinta juga tentang bagaimana dua orang menghadapi hari-hari yang berat.

Aku tidak mencari seseorang yang berjanji,

“Aku tidak akan pernah menyakitimu.”

Karena manusia bisa salah.

Aku lebih membutuhkan seseorang yang berkata,

“Kalau aku menyakitimu, aku akan berusaha mendengarkan dan memperbaikinya.”

Ada perbedaan besar di antara keduanya.

Yang pertama terdengar seperti janji kesempurnaan.

Yang kedua terdengar seperti komitmen.

Dan aku lebih percaya pada komitmen.


Rasa Aman Juga Harus Datang dari Dalam Diriku

Namun kemudian aku menyadari sesuatu yang lebih penting.

Aku tidak bisa meminta seseorang menjadi satu-satunya sumber rasa amanku.

Hubungan yang sehat bukan tentang membuat pasangan bertanggung jawab atas seluruh kebahagiaan kita.

Aku juga harus belajar menenangkan diriku sendiri.

Belajar mengenali emosiku.

Belajar mengatakan apa yang kubutuhkan.

Belajar menetapkan batas.

Belajar bahwa seseorang yang sedang sibuk tidak selalu berarti dia sedang meninggalkanku.

Dan belajar bahwa jika seseorang akhirnya pergi, aku tetap memiliki diriku sendiri.

Itulah bagian dari proses membangun hubungan yang lebih aman.

Bukan hanya mencari orang yang aman untuk dicintai.

Tetapi juga belajar menjadi seseorang yang merasa aman di dalam dirinya sendiri.


Aku Tidak Lagi Mencari Kesempurnaan

Sekarang, ketika membayangkan seseorang yang ingin berjalan bersamaku, kriteriaku berubah.

Aku tidak mencari wajah yang sempurna.

Aku tidak mencari seseorang yang selalu romantis.

Aku tidak mencari hubungan yang terlihat sempurna di depan orang lain.

Aku mencari komunikasi.

Konsistensi.

Kejujuran.

Rasa hormat.

Tanggung jawab.

Dan seseorang yang membuatku merasa bahwa aku tidak harus kehilangan diriku sendiri untuk mempertahankan hubungan.

Karena semakin dewasa aku belajar…

Cinta yang paling indah bukan selalu cinta yang paling berdebar.

Kadang cinta yang paling indah adalah cinta yang membuat hati akhirnya bisa beristirahat.


Penutup

Aku tidak sedang mencari orang yang sempurna.

Aku tahu manusia punya luka.

Punya masa lalu.

Punya kekurangan.

Punya hari-hari buruk.

Aku juga begitu.

Aku hanya ingin seseorang yang ketika bersamanya, aku tidak perlu terus bertanya:

“Apakah dia masih mencintaiku?”

“Apakah dia akan pergi?”

“Apakah aku cukup baik untuknya?”

Aku ingin seseorang yang membuatku merasa aman untuk menjadi diriku sendiri.

Aman untuk berbicara.

Aman untuk berbeda pendapat.

Aman untuk mengakui bahwa aku sedang lelah.

Aman untuk menangis.

Aman untuk mencintai tanpa terus dihantui ketakutan kehilangan.

Karena pada akhirnya…

Aku tidak membutuhkan seseorang yang sempurna.

Aku hanya ingin seseorang yang membuat cinta terasa seperti rumah, bukan seperti tempat yang setiap hari harus kuperjuangkan agar aku diizinkan untuk tinggal.

Dan mungkin, itulah bentuk cinta yang selama ini sebenarnya kucari.

Bukan seseorang yang tidak pernah membuatku takut.

Tetapi seseorang yang ketika ketakutan itu datang, tidak membuatku menghadapinya sendirian.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram

Artikel lainnya