← Semua artikel

Kenapa Perasaan Lama Bisa Tiba-Tiba Datang Lagi dan Membuatmu Merasa Kecil?

22 Oktober 2026·Toro
Kenapa Perasaan Lama Bisa Tiba-Tiba Datang Lagi dan Membuatmu Merasa Kecil?

Saat Satu Nada Suara Membuatmu Merasa Seperti Anak Kecil Lagi

Atasanmu bicara dengan nada sedikit tinggi. Isinya sebenarnya biasa saja.

Tapi tiba-tiba kamu merasa kecil, malu, ingin menghilang. Rasanya jauh lebih besar dari situasinya.

Beberapa jam kemudian, kamu masih bingung kenapa reaksi itu begitu kuat.

Pete Walker, seorang terapis yang juga menulis dari pengalaman pribadinya tumbuh dalam keluarga yang penuh luka, membahas pengalaman seperti ini dalam bukunya Complex PTSD: From Surviving to Thriving, yang terbit pada 2013.

Buku ini ditujukan terutama bagi orang dewasa yang tumbuh dalam lingkungan masa kecil yang berulang kali terasa tidak aman, baik secara fisik maupun emosional.


Trauma yang Berulang, Bukan Hanya Satu Peristiwa

Walker membahas Complex PTSD, yaitu bentuk trauma yang menurutnya sering berkembang dari pengalaman menyakitkan yang berlangsung lama dan berulang, terutama di masa kecil.

Ini berbeda dari gambaran trauma yang biasanya kita bayangkan, yang berasal dari satu kejadian besar.

Menurut Walker, penelantaran emosional yang terus-menerus juga bisa meninggalkan bekas yang dalam, bahkan ketika tidak ada kekerasan fisik.

Ia menulis bahwa anak yang kebutuhan emosionalnya terus-menerus diabaikan bisa tumbuh dengan perasaan bahwa dirinya tidak penting atau tidak layak dicintai.

Perasaan itu sering terbawa sampai dewasa, meski orangnya sudah lama meninggalkan rumah masa kecilnya.

Buku ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis diri sendiri. Walker menawarkan peta untuk memahami pengalaman, bukan label.


Empat Respons Bertahan Hidup: 4F

Salah satu gagasan Walker yang paling dikenal adalah respons 4F: fight, flight, freeze, dan fawn.

Fight adalah respons melawan, misalnya cepat marah atau ingin mengendalikan situasi. Flight adalah respons kabur, misalnya terus sibuk dan tidak bisa diam.

Freeze adalah respons membeku, seperti menarik diri, mati rasa, atau sulit bergerak. Fawn adalah respons menyenangkan orang lain demi merasa aman, sering dengan mengorbankan kebutuhan sendiri.

Menurut Walker, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan tidak aman bisa terlalu mengandalkan salah satu respons ini, sampai terbawa ke kehidupan dewasa.

Kalau kamu sulit berkata tidak dan selalu berusaha membuat semua orang senang, mungkin itu adalah respons fawn yang dulu pernah membantumu bertahan.


Kilas Balik Emosional

Gagasan lain yang sangat membantu banyak pembaca adalah emotional flashback, atau kilas balik emosional.

Walker menjelaskan bahwa kilas balik ini berbeda dari kilas balik visual. Seseorang tidak melihat ulang kejadian masa lalunya, tapi tiba-tiba diliputi perasaan dari masa itu, seperti takut, malu, atau merasa tidak berdaya.

Karena tidak ada gambaran yang jelas, orang sering tidak sadar bahwa yang sedang terjadi adalah kilas balik. Mereka mengira perasaan itu sepenuhnya tentang situasi sekarang.

Nada suara atasan tadi mungkin hanya pemicu. Perasaan kecil yang muncul bisa jadi berasal dari masa yang jauh lebih lama.

Menurut Walker, kilas balik emosional bisa berlangsung singkat, tapi juga bisa bertahan berjam-jam atau bahkan berhari-hari, membuat seseorang merasa terjebak tanpa tahu sebabnya.

Mengenali bahwa ini adalah kilas balik, bukan cerminan kenyataan saat ini, menurutnya adalah langkah awal yang sangat penting.


Kritik Batin yang Tidak Pernah Diam

Walker juga banyak menulis tentang inner critic, suara di dalam kepala yang terus menghakimi, menuntut kesempurnaan, dan mencari-cari kesalahan.

Menurutnya, kritik batin ini sering terbentuk ketika seorang anak belajar bahwa cara paling aman adalah menjadi sempurna, supaya tidak ditolak atau dihukum.

Ia juga menyebut outer critic, yaitu kebiasaan menilai orang lain secara berlebihan, yang menurutnya bisa membuat seseorang sulit merasa dekat dan aman dengan orang lain.

Walker mendorong pembaca untuk mengenali suara kritik ini, menyadari dari mana asalnya, lalu perlahan berani menjawabnya alih-alih langsung mempercayainya.


Berduka atas Apa yang Tidak Pernah Didapat

Walker menekankan pentingnya berduka dalam proses pemulihan.

Menurutnya, banyak orang dengan pengalaman masa kecil yang menyakitkan perlu diberi ruang untuk menangis dan marah atas hal-hal yang dulu tidak mereka dapatkan, seperti rasa aman dan kasih sayang yang konsisten.

Berduka di sini bukan untuk menyalahkan orang tua secara keseluruhan, tapi untuk mengakui bahwa ada luka yang nyata.

Proses ini membantu seseorang berhenti menyalahkan dirinya sendiri atas rasa sakit yang dulu bukan tanggung jawabnya.


Saat Kilas Balik Datang

Walker menawarkan sejumlah langkah untuk menghadapi kilas balik emosional. Beberapa di antaranya bisa dicoba dengan sederhana.

Pertama, katakan pada dirimu, “Ini mungkin kilas balik. Perasaan ini dari masa lalu.”

Kedua, ingatkan dirimu bahwa sekarang kamu sudah dewasa, punya lebih banyak pilihan dan kemampuan untuk melindungi diri dibanding saat kecil.

Ketiga, perhatikan suara kritik batin yang mungkin ikut muncul, dan cobalah berbicara pada dirimu dengan lebih lembut.

Kalau pengalaman ini terasa terlalu berat untuk ditangani sendiri, berbicara dengan psikolog atau tenaga profesional yang memahami trauma bisa sangat membantu.


Referensi

Judul buku: Complex PTSD: From Surviving to Thriving

Penulis: Pete Walker (2013)

Buku ini menjelaskan trauma kompleks yang berakar dari pengalaman masa kecil, termasuk respons 4F, kilas balik emosional, dan kritik batin, serta langkah-langkah praktis untuk memulihkan diri.

Iklan
Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram

Artikel lainnya

Kenapa Perasaan Lama Bisa Tiba-Tiba Datang Lagi dan Membuatmu… · YourWish